Masjid Tegalsari, Laweyan, Solo yang usianya hampiri se abad (1928), dahulu puluhan tahun silam menggunakan bom Dul untuk pertanda mulai berbuka puasa di bulan Ramadhan. Foto : Yani
GUGAT news.com SOLO
Ditemui disela-sela kegiatan buka bersama di Masjid "*swasta" Masjid Tegalsari, Laweyan, Solo, selaku tokoh pemuda dan mantan anggota DPRD Kota Surakarta sekaligus pengurus Masjid Tegalsari, H Al Amin SE mengungkapkan jika sejarahnya tentang Bom Dul atau bom udara yang sejenis dengan petasan dari Masjid Tegalsari sebagai penanda datangnya waktu Maghrib untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan, dirinya mengaku kurang begitu faham, pasalnya, saat itu beliau masih anak anak.
" Saat itu, Bom Dul, saya masih anak anak sehingga kurang bisa menjelaskan secara detail. Hanya saja, karena rumah berdekatan dengannya Masjid Tegalsari, ya otomatis setiap menjelang Maghrib saya nonton, karena senang sekali banyak anak-anak datang dari kampung lainnya. Begitu bunyi Duuullll langsung pulang minum. Ya itu saja yang saya tahu," ujar Amin tersenyum.
Kalau dari cerita run temurun, lanjut Amin, itu Bom Dul ada sekitar tahun 60-70 an. Di Solo, Selain Masjid Tegalsari yang menandai datangnya waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan juga ada Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Setelah tahun 80 an keduanya sudah tidak menyalakan lagi Bom Dul hingga sekarang ini. Dahulunya radius suara Bom Dul itu bisa mencapai puluhan kilometer.
Sekarang di jaman yang sudah milenium, masih menurut penuturan Amin, banyak penanda datangnya waktu berbuka puasa di masjid dengan menggunakan suara sirene atau bedug bedug ditabuh. Bisa jadi, kini Bom Dul sepertinya sudah dilarang pemerintah karena cukup membahayakan dengan rakitan nya menggunakan bahan bahan peledak. Memang puluhan tahun itu, tidak pernah ada kabar buruk yang berkaitan dengan Bom Dul.
"Memang dahulunya juga ada cerita dari Mbah Mbah yang mengabarkan jika Bom Dul, saat bunyi ledakan dari bawah sebagai pengantar melambungnya Bom Dul agar berbunyi di atas, ternyata malahan mejen tidak mau meledak sehingga berbunyi Dul, malahan jatuh di genting rumah orang dan tetap tidak meledak, tetap mejen sehingga tidak menimbulkan insiden buruk, itu yang bisa saya ceritakan," pungkas H Al Amin mantan DPRD Solo dari fraksi PAN yang kini menjadi pengusaha konfeksi. #Yani
Thanks for reading Bom Dul Di Masjid Tegalsari Kini Tinggal Kenangan | Tags: Budaya
« Prev Post
Next Post »